1. apa yang dimaksud dengan wakaf ?
2. siapa yang dapat menerima wakaf ?
3. sebutkan syarat syarat benda yang harus diwakafkan ?
4. apa hukum wakaf bagi agama islam ?
5. tuliskan dalil tentang wakaf ?
Perpustakaan Digital
Selasa, 01 April 2014
evaluasi pendidikan agama
Manusia pertama ciptaan Allah adalah....
Menyesal karena telah berbuat salah dan dosa disebut......
Segala sesuatu yang harus dilakukan sebelum melaksanakan shalat disebut ….. shalat
Allah adalah pemilik hari…..
Kekuasaan Allah untuk berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu disebut sifat.....
Selasa, 11 Maret 2014
kalimat aktif jadi kalimat pasif
Kalimat aktif jadi kalimat pasif
Bagaimana cara menulis kalimat aktif Marwan mau mencium Mawar ke dalam bentuk kalimat pasif? Apakah dapat ditulis menjadi Mawar mau dicium oleh Marwan?Ada kalimat aktif yang tidak dapat diubah menjadi kalimat pasif, seperti Andi berteman dengan Budi tidak dapat dipasifkan sebagai Budi ditemani oleh Andi.

Dalam kalimat aktif, subjek sebagai pelaku tindakan—yang menyatakan/melakukan sesuatu. Sedangkan dalam kalimat pasif, subjek dikenai tindakan.
Salah satu ciri kalimat aktif yaitu menggunakan kata kerja berawalan me- (termasuk memper-i dan memper-kan) atau ber-. Kalimat aktif juga bisa memakai kata kerja tanpa awalan me- atau ber-, seperti kata kerja aus pulang dalam kalimat Mereka pulang satu jam lalu. Sedangkan kalimat pasif memakai kata kerja berawalan di- (termasuk diper-i dan diper-kan) atau ter-.
Dalam kalimat pasif, kata kerja mencuri, misalnya, berubah bentuk menjadi dicuri; mencintai menjadi dicintai; menulis menjadi ditulis.
Contoh kalimat aktif: Berita kematian Mawar mengejutkan Marwan. Bentuk kalimat pasifnya: Marwan terkejut oleh berita kematian Mawar. Kata kerja mengejutkan (awalan me-) berubah menjadi kata kerja terkejut (awalan ter-).
Kalimat aktif Marwan telah membeli pulsa demi pacarnya, Mawar dapat diubah ke dalam bentuk kalimat pasif Pulsa telah dibeli oleh Marwan demi pacarnya, Mawar. Kata kerja membeli menjadi kata kerja pasif dibeli, dan subjek Marwan menjadi pulsa.
Kalimat aktif dan kalimat pasif dengan mau dan ingin
Ubahlah kalimat aktif Marwan ingin menonton konser Lady Gaga menjadi kalimat pasif. Seperti apa jadinya?
Menurut kaidah penulisan kalimat pasif, [apakah] menjadi Konser Lady Gaga ingin ditonton oleh Marwan? Masalahnya, kata ingin di sana memunculkan makna seolah-olah benda mati (konser Lady Gaga)-lah yang menginginkan supaya ditonton.
Kasusnya sama dengan kalimat Marwan mau mencium Mawar yang akan berubah makna jika dipasifkan Mawar mau dicium oleh Marwan. Nanti si Mawar akan protes: "Enak saja, aku tidak pernah mau untuk dicium!"
Dalam hal itu, ada kasus-kasus kalimat tertentu yang tidak bisa [dengan mudah] diubah ke dalam bentuk kalimat pasif, karena maknanya menjadi janggal atau berubah.
Cobalah ubah kalimat aktif Aku mau memeluk engkau ke dalam bentuk kalimat pasif.
Apakah Engkau mau aku peluk?
Fisika
tentang besaran gaya, dapat anda lihat di :
http://aldyansyahasm.blogspot.com/2014/02/fisika-kelas-x-bab-1.html
Agama Islam
Untuk lebih lengkapnya, dapat anda lihat di :
http://ahmad14563.blogspot.com/2014/03/agama-zakat.html
Selasa, 25 Februari 2014
Peyorasi,Ameliorasi,Dan Asosiasi,Sinestesia
Kata yang sering digunakan dalam bahasa Indonesia
seringkali mengalami
perubahan makna, di antara adalah perluasan,
penyempitan, peninggian,
perendahan, dan sebagainya.
a. Peyorasi, maksudnya adalah perubahan makna kata yang
nilai rasanya
lebih rendah daripada kata sebelumnya.
Contoh:
- kroni
Kata sebelumnya bermakna sahabat, sedangkan makna baru
berarti kawan
dari seorang penjahat.
b. Ameliorasi, yaitu perubahan makna kata yang nilai
rasanya lebih tinggi
daripada asalnya.
Contoh:
- wanita
Kata asalnya lebih rendah daripada perempuan, tetapi
makna baru menjadi
lebih tinggi daripada perempuan.
Menentukan Makna Asosiasi
dan Sinestesia
Selain keempat perubahan makna kata yang telah
disebutkan di atas, masih
ada lagi jenis perubahan makna kata yang lain, yaitu
sebagai berikut.
a. Asosiasi, yaitu perubahan makna kata yang terjadi
karena persamaan sifat
Contoh:
- kata amplop
Makna kata asalnya berarti tempat untuk memberi uang,
sedangkan makna
baru berarti suap.
b. Sinestesia, yaitu perubahan makna kata akibat
pertukaran tanggapan
antara dua indra yang berlainan.
Contoh:
- berwajah manis
Makna asalnya berarti indra perasa, sedangkan makna baru
berarti indra
penglihatan.
Semoga Bermanfaat
Penyempitan dan Perluasan Makna
Bahasa Indonesia
A. Penyempitan Makna
Sebuah kata dikatakan mengalami penyempitan makna jika cakupan arti dulu lebih luas daripada arti sekarang.
Misalnya:
1. Sarjana
makna awal adalah sebutan untuk setiap orang pandai, tetapi sekarang sarjana hanya diberikan atau digunakan untuk menyebut gelar universitas.
2. Pendeta
makna awal adalah semua orang menguasai ilmu agama, makna berikut dipakai untuk menyebut orang yang memimpin upacara agama.
B. Perluasan Makna
Sebuah kata dikatakan mengalami penyempitan makna jika cakupan arti sekarang lebih luas daripada arti dulu.
Misalnya:
1. Berlayar
Makna awal adalah untuk menyebut pengertian bergerak mengarungi lautan dengan perahu yang menggunakan layar atau kapal layar, tetapi sekarang untuk menyebut mengarungi lautan (dengan/tanpa perahu layar).
2. Bapak
Makna awal adalah untuk menyebut orang yang ada hubungan biologis dengan pembicara, sekarang digunakan untuk siapa saja yang lebih tua/lebih tinggi kedudukannya.
3. Saudara
Makna awal adalah digunakan untuk menyebut kakak/adik, tetapi sekarang digunakan untuk menyebut semua orang yang sederajat dengan kita.
4. Putra/ Putri
Makna awal adalah sebutan yang digunakan untuk anak raja, sekarang dipakai untuk menyebut anak siapa saja.
Langganan:
Komentar (Atom)